Dzikir pagi ke-8 dari 17
Allahumma 'alimal ghaibi wasy-syahadah
اللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِي سُوءًا، أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ
Allahumma 'alimal ghaibi wasy syahadah, fathiras samawati wal ardh, rabba kulli syai'in wa malikah, asyhadu an la ilaha illa anta, a'udzu bika min syarri nafsi, wa min syarrisy syaithani wa syirkih, wa an aqtarifa 'ala nafsi su'an au ajurrahu ila muslim.
Ya Allah, Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Pencipta langit dan bumi, Rabb dan Penguasa segala sesuatu. Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan diriku, dari keburukan setan dan ajakan syiriknya, dan dari berbuat keburukan terhadap diriku atau menimpakannya kepada seorang muslim.
Keutamaan
Abu Bakar Ash-Shiddiq meminta Nabi ﷺ mengajarkan kalimat yang ia baca ketika pagi dan petang. Nabi ﷺ mengajarkan dzikir ini dan memerintahkannya untuk dibaca ketika pagi, petang, dan ketika hendak tidur.
Isinya bersaksi atas tauhid dan berlindung dari keburukan diri sendiri, dari setan dan ajakan syiriknya, serta dari berbuat keburukan kepada diri sendiri maupun sesama muslim.
HR. At-Tirmidzi no. 3392 dan Abu Dawud no. 5067. Dishahihkan Syaikh Al-Albani. Derajat: shahih.
Lafaz untuk petang
Sama untuk pagi dan petang.