Dzikir pagi ke-3 dari 17
Ashbahna wa ashbahal mulku lillah
أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَٰذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَٰذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
Ashbahna wa ashbahal mulku lillah, walhamdu lillah, la ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir. Rabbi as'aluka khaira ma fi hadzal yaumi wa khaira ma ba'dah, wa a'udzu bika min syarri ma fi hadzal yaumi wa syarri ma ba'dah. Rabbi a'udzu bika minal kasali wa su'il kibar. Rabbi a'udzu bika min 'adzabin fin nari wa 'adzabin fil qabr.
Kami memasuki waktu pagi dan kerajaan menjadi milik Allah. Segala puji bagi Allah. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku memohon kebaikan hari ini dan sesudahnya, serta berlindung kepada-Mu dari keburukan hari ini dan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan buruknya usia tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari azab di neraka dan azab di kubur.
Keutamaan
Abdullah bin Mas'ud meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ membaca dzikir ini ketika petang dengan lafaz amsaina, dan ketika pagi dengan lafaz ashbahna.
Isinya memohon kebaikan hari itu dan sesudahnya, berlindung dari keburukannya, dari kemalasan dan buruknya usia tua, serta dari azab neraka dan azab kubur.
HR. Muslim no. 2723. Derajat: shahih.
Lafaz untuk petang
Ganti "ashbahna wa ashbahal mulku lillah" menjadi "amsaina wa amsal mulku lillah", dan "hadzal yaumi ... ba'dah" menjadi "hadzihil lailati ... ba'daha".